Showing posts with label Parabola. Show all posts
Showing posts with label Parabola. Show all posts
Cara Setting 4 LNB untuk 8 Receiver

Cara Setting 4 LNB untuk 8 Receiver

Setting 4 LNB untuk 8 Receiver Digital - Skema 4 LNB untuk satu receiver sudah umum digunakan dimana pemasangannya pada satu dish (payung) parabola. Pemasangan 4 LNB yang dimaksud adalah di gunakan dengan skema 4 satelit yaitu Palapa D - Telkom 1 - Asiasat 3/7 - Asiasat 2/5.




Pada artikel kali kami akan share bagaimana cara Setting 4 LNB untuk 8 Receiver Digital Parabola. Cara yang dilakukan adalah dengan hanya menggunakan 4 buah LNB V/H (C Band/KU Band) yang dipasang pada satu buah dish parabola (untuk memaksimalkan sinyal di sarankan menggunakan dish/payung parabola mesh paragon/paramount 9 feet / 12 feet).

Cara Setting 4 LNB untuk 8 Receiver Digital Parabola

Berikut peralatan yang diperlukan :
  • 1 buah payung parabola
  • 4 buah LNB V/H output (C Band atau dan KU Band)
  • 2 buah Satellite Multi Switch 4 x 8
  • 8 buah DiseqC 2 x 1 untuk 8 receiver (sesuaikan kebutuhan, maksimal 8 buah)
  • 4 buah kabel jumper
  • 8 unit receiver (sesuaikan kebutuhan, maksimal 8 unit)
Bila semua sudah terpenuhi, silahkan lihat skema pemasangan 4 LNB untuk 8 Receiver Digital Parabola pada gambar dibawah ini:


Untuk penambahan receiver, cukup tambahkan 1 buah DiseqC 2 x 1 yang di hubungkan ke 4 x 8 Multi Switch, dan outputnya langsung dicolokkan ke receiver.

Untuk pengaturan di setiap masing-masing receiver bisa dilihat pada gambar dibawah ini per satelit:





Dengan penggunakan rangkaian skema ini, kami rasa sangat cocok bagi anda yang memiliki keluarga besar yang memiliki tayangan favorit masing-masing, karena dengan menambahkan beberapa receiver saja maka anda bisa menyaksikan tontonan melalui receiver anda tanpa terganggu dari receiver lain yang terhubung dalam satu dish parabola.
Sumber : Klik Disini

Jenis dan Macam LNB

Jenis dan Macam LNB

Tips Memilih LNB yang Tepat - Di pasaran banyak sekali yang menjual LNB dengan jenis dan harga yang beragam. Bagi anda yang menggeluti di dunia parabola tentu anda sangat familiar dengan barang yang satu ini. Namun sebelum kita membahas lebih lanjut tentang judul arikel kali ini yaitu jenis dan macam LNB : Tips memilih LNB yang tepat, alangkah baiknya kita ketahui dulu apa itu LNB ?


Baiklah... LNB adalah singkatan dari Low Noise Block. LNB ini adalah perangkat yang diletakan di depan dish parabola untuk menerima sinyal gelombang micro dalam level sangat rendah dari satelit dan mengirimkannya melalui kabel ke penerima siaran (receiver). 

Tips Memilih LNB yang Tepat
Mengetahui c band dan ku band

Karena dipasaran banyak sekali jenis, macam serta merk yang menjualnya maka sebelum membelinya telitilah terlebih dahulu spesifikasi penting yang dimiliki oleh LNB tersebut, karena merk satu dengan yang lain belum tentu memilik spesifikasi yang sama. Karena untuk memilih LNB yang tepat ukurannya bukanlah merk atau produknya namun terlebih kepada spesifikasi peruntukannya. Untuk itu terlebih dahulu anda harus tahu perbedaan lnb c band dan ku band serta s band.

Jenis dan Macam LNB
Berikut dibawah ini beberapa macam jenis LNB yang ada dipasaran :

LNB C-BAND
Jenis C-Band dirancang untuk menangkap sinyal frekwensi 3,4 Ghz sampai 4,2 Ghz. Pada body biasanya tertulis derajat Kelvin atau dB sebagai contoh 15°K yang maksudnya adalah merupakan nilai kesensitif-an dari LNB untuk menyaring kebisingan yang diterima dari luar dan bukan mengukur suhu udara/panas dari LNB. Dengan memiliki nilai kesensitif-an/noise semakin rendah maka LNB tersebut sangat baik digunakan dan peka terhadap sinyal walaupun banyak gangguan dari luar.

Berikutnya juga biasanya tertulis pada body Gain, untuk pemilihan besarannya adalah nilai Gain yang cukup besar. Karena semakin gain itu lebih besar, contoh 70 dB (decibel) ke atas, artinya LNB sangat baik untuk menerima sinyal dari suatu satelit lebih-lebih untuk satelit yang memiliki kualitas sinyal dari suatu transponder yang sangat lemah.

LNB C-Band dipasaran dalam penggunaannya ada 2 jenis yaitu LNB C-Band biasa danLNB C-Band V/H yang penggunaannya harus menambahkan multiswith dengan fungsi lebih luas.

Contoh jenis dari LNB C-Band bisa terlihat pada gambar dibawah ini :

Tips Memilih LNB yang Tepat

LNB KU-BAND
Untuk jenis KU-Band sebenarnya tidak berbeda dengan jenis C-Band namun pada KU-Band terdapat nilai Noise Figure, ini dikarenakan ku-band dikhususkan untuk menangkap sinyal sekitar 10,7 -12,75 Ghz.

Pada LNB KU-Band memiliki dua jenis varian yaitu LNB KU-Band OFFSET dan LNB Ku-Band PRIME FOKUS, sehingga nilai NOISE FIGURE ( NF ) pun berbeda ini bisa terlihat seperti dibawah ini :

  • Nilai Noise Figure pada LNB Ku-Band Prime Focus mulai dari 0,1 s/d 0,4 dB dalam penerimaan sinyalnya dari titik tengah dish dan sangat baik dipasang menggunakan dish solid 6 feed keatas. Selain itu sangat cocok sekali digunakan untuk melacak satelit yang jauh dari area beam bahkan yang berada di luar area beam satelit sekali pun.
  • Nilai Noise Figure pada LNB Ku-Band Offset mulai dari 0,5 dB ke atas. Sinyal yang diterima menggunakan lnb jenis ini yaitu dari seluruh bibir dish atau berada di luar titik utama/ tengah dish dan biasanya dipasang pada dish dibawah 5 feed atau dish pay tv seperti Orange TV, Astro dll karena memang jenis lnb ini diperuntukan mencari sinyal yang sangat kuat (luber) di suatu daerah. Untuk itu "jangan" gunakan LNB KU-Band Offset untuk mencari sinyal yang jauh dari beam akan sulit atau bahkan tidak akan me-locknya sama sekali.


Contoh jenis dari LNB KU-Band bisa terlihat pada gambar dibawah ini :

Tips Memilih LNB yang Tepat


Nah, dengan penjelasan singkat ini semoga dapat memahami jenis lnb c/ku band paling sensitif dan tentunya agar bisa membantu dan dijadikan tips memilih LNB yang tepatuntuk keperluan tracking nantinya dan dengan sendirinya kita telah mengetahui c band dan ku band maupun LNB S Band.
Sumber : Klik Disini

SATELIT KU BAND

SATELIT KU BAND

Tentu saja catatan kecil ini bukanlah sesuatu yang bersifat mutlak kebenaran nya, krn pasti akan ada beberapa data yang kami tuliskan tak sesuai dengan kondisi wilayah/TKP sobat sekalian.. Alat tempur, skill tracking serta semangat juang merupakan faktor penting dalam menaklukkan satelit target terutama satelit outbeam Untuk data yang lengkap silahkan kunjungi situs resmi nya seperti Lyngsat.com, Satbeams.com dll Ok kalau begitu mari kita mulai saja, untuk membahas masalah nama satelit, derajat satelit, Freq terkuat, termasuk Beam serta PREDIKSI wilayah yang terkena Beam termasuk perkiraan alat tempur yang di gunakan untuk panduan tracking ke satelit KU band: 1. Eutelsat 70B@70.5’E Freq: 11555/3033/H (Codec 4:2:2) Channel: TPAI (Angola) Support: Rx Mpeg4 Beam Asia (bisa di lock dgn dish paytv untuk seluruh wilayah Indonesia) 2. ABS 2 KU@75’E Freq: 12525/30000/H Channel: TBN Group Support: Rx Mpeg4/HD Beam Southern (termasuk wilayah: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan masih bisa di lock dgn dish Paytv, tp untuk wilayah lain seperti Jateng, Jatim hingga NTB masih bisa di lock tentunya dgn minimal dish solid 6 feet dan lnb prime focus yang bagus) 3. Apstar 7 KU@76.5’E Freq: 11052/30000/V atau 11012/30000/V Channel: Myanmar international (Skynet Group) Support: Rx Mpeg4/HD Beam China, Myanmar, Vietnam, Nepal, India, Thailand dll (namun sinyal masih bisa di terima hingga sebagian wilayah Sumatera, dan terdeteksi jg sedikit cipratan sinyal nya di wilayah NTB dan NTT jika menggunakan dish solid 6-8 feet) 4. Thaicom 5 KU@78’5’E Freq: 12521/30000/V atau 12728/30000/V Channel: CTH Group Support: Rx Mpeg2 Beam Thailand (Namun untuk wilayah Bali, NTB, NTT dan Sulawesi mesti dgn dish solid minimal 6 feet ke atas dan lnb Prime Focus) 5. ST2 KU@88’E Freq: 12516/10832/H Channel: Good TV Support: Rx Mpeg2 Beam Asia atau beam K1 (meliputi seluruh wilayah indonesia, bisa di lock dgn dish paytv) Di satelit ST2 KU ini juga terdapat Paytv Videocon Group (India) Freq: 11672/44995/V Support: Rx Mpeg4/HD Beam: K2 Sinyal nya tergolong pelit untuk wialayah outbeam, kecuali di lock dgn dish solid 6-8 feet ke atas + Lnb Prime focus Beam nya meliputi negara India, Malaysia, Singapore dan sebagian wilayah Indonesia (Sebagian besar Kalimantan, Sumatera, bahkan masih bisa di lock hingga NTB dan NTT serta Sulawesi) 6. Measat 3 KU@91.5’E Freq 12643/32700/H Channel: Transvision Group Support: Rx Mpeg4 Beam Indonesia (bisa di lock dgn dish paytv) Untuk Beam Astro sendiri ada perbedaan yg signifikan, sorotan satelit nya lebih focus mengarah ke wilayah Malaysia, namun tetap bisa di lock mulai dari wilayah barat seperti di Aceh hingga NTB, termasuk Kalimantan dan Sulawesi. Namun tentu saja sinyal Astro ini tergolong sangat tidak stabil saat di malam hari hingga siang hari, terutama untuk yg berada di wilayah outbeam dan semakin jauh outbeam nya, maka SQ nya semakin tak bisa di andalkan kecuali menggunakan alat tempur yg memadai 7. NSS6@95’E Freq: 11604/3330/H Channel: CGN TV Support: Rx Mpeg2 Beam SE Asia (bisa di lock dgn dish paytv dari seluruh wilayah indonesia) 8. SES8@95’E Freq: 11481/45000/H Channel: IPM Group Support: Rx Mpeg2 Beam SE Asia termasuk Seluruh wilayah Sumatera, Bangka Belitung dan sekitarnya (wilayah barat indonesia seperti Jabar, Jakarta dan Jateng masih bisa lock dgn dish telvis, tapi untuk wilayah kalimantan sudah harus dgn dish solid 6 feet dan lnb prime focus termasuk untuk wilayah timur indonesia seperti wilayah Jatim, Bali, NTB dan Sulawesi, harus di lock dgn minimal dish solid 6 feet + Lnb Prime Focus) NB: untuk wilayah Jatim masih jarang sekali tracker yg bisa lock satelit ini, bukan krn skill yg kurang mumpuni, namun mungkin saja krn posisi wilayah ato letak geografis nya dan alat tempur yg kurang memadai 9. Chinasat 11@98’E Freq: 12500/43200/V Channel: Ninmedia Group indonesia Support: Rx mpeg4 Beam Indonesia/All NKRI termasuk negara tetangga Malaysia, Brunei, Singapore dan PNG (bisa di lock dgn dish paytv) 10. SES7@108.2’E Freq 11568/20000/V Channel: Indovision Group Support: Rx Mpeg4 Beam indonesia (bisa di lock dgn dish paytv) 11. Koreasat 5 KU@113’E Freq 12523/7330/V Channel: Data Support: Rx Mpeg2 Beam Korea, Philipina, Jepang, Vietnam, Malaysia, Sumatera (namun masih bisa di lock hingga Jatim, Bali, NTT, NTB dan untuk wilayah Sulawesi serta NTB, masih bisa di lock dgn dish paytv) 12. Palapa KU@113’K Freq: 12710/30000/H Channel: Orange TV group Support: Rx Mpeg4 Beam Indonesia (bisa di lock dgn dish mini/paytv) 13. Asiasat 4 KU@122.2’E Freq 12414/43200/V Channel: TAS group Support: Mpeg4 Beam Australasia (bisa di lock dgn baik di wilayah Kupang/NTT dan Papua dgn dish telvis semenntara dgn dish 8 feet solid di wilayah Bengkulu dan lnb SG900 masih bisa di lock dgn baik, dan dgn dish solid 6 feet di wilayah Sulawesi + Lnb SG900, sementara di NTB SQ masih timbul tenggelam di 25% saat kami test dgn dish 6 feet solid + lnb PF) 14. JCsat 4B KU@124’E Freq 12490/30000/H Support: Mpeg4 Channel: Berita Satu (Big tv Group) Beam Indonesia (bisa di lock dgn dish paytv) 15. Vinasat 1 & 2@132’E Freq: 11670/30000/V Channel: CTH group Support: Rx Mpeg4 Beam: Thailand, Vietnam, Malaysia, Sebagian sumatera dan Kalimantan (namun masih bisa di lock hingga Jabar/Jabodetabek dgn dish minimal 6 feet solid + Lnb PF) 16. Telstar 18 KU@138’E Freq: 12338/11666/H Channel: Data Support: Rx Mpeg4 Beam Asia (namun masih bisa di lock sebagian TP nya dari wilayah Sumatera, Jawa Barat, Jabodetabek dan sebagian wilayah Kalimantan, minimal dish solid 6 feet ke atas). 17. Optus D2@152’E Freq: 12610/22500/H Channel: TVRI (Romania) Support: Rx Mpeg2 Beam: Australia & Cristmas Island (namun bisa di lock mulai dari wilayah sebagian Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT hingga Papua termasuk Sebagian Sulawesi, untuk wilayah lain sebaik nya menggunakan minimal dish 6 feet solid keatas + lnb Prime Focus) 18. Optus C1/D3@156’E Freq 12407/24450/V Channel: Feed / FTA Support: Rx Mpeg2 Beam: hampir sama dgn beam Optus D2, mencakup wilayah Australia & Cristmas Island (namun bisa di lock mulai dari sebagian wilayah Sumatera tp dgn dish solid 8 feet dan untuk dish solid 6 feet rada susah, sementara Jawa, Bali, NTB, NTT hingga Papua termasuk Sebagian Sulawesi, Ambon dan Maluku masih bisa lock dgn dish solid 6 feet, namun untuk wilayah Kupang/NTT dan Timor leste masih bisa di lock dgn dish Telvis maupun dish mesh 6 feet, dan untuk wilayah lain sebaik nya menggunakan minimal dish 6 feet solid + lnb Prime Focus dan semakin ke barat, mulai dari NTT hingga ke Jabar dish harus lebih gede serta lnb jg harus bagus krn SQ lebih tipis ke wilayah Cristmas island) 19. Optus D1@160’E Freq: 12407/14290/H Support: Rx Mpeg2 Channel: SBS Group/FTA Beam: Australia & Cristmas Island (namun bisa di lock mulai dari Sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT hingga Papua termasuk Sebagian Sulawesi, Ambon dan Maluku, namun untuk wilayah Jabar masih bisa di lock dgn dish Telvis + lnb Offset, sementara untuk wilayah lain sebaik nya menggunakan minimal dish 6 feet solid + lnb Prime Focus). Pancaran sinyal dari satelit ini yang mengarah ke Cristmas Island lah yang bisa di lock oleh para tracker mulai dari wilayah Sumatera (Bengkulu, Sumsel, Lampung dll) hingga NTB, sementara untuk wilayah NTT lebih cenderung mendapatkan cipratan sinyal dari Australia, termasuk hingga ke wilayah Papua. Dan barangkali ini bisa jadi penyebab utama nya kenapa sinyal yang di terima untuk wilayah NTT agak kecil jika dibanding wilayah lain, krn poasisi nya yang berada diantara beam Cristmas island dan beam Aussie. Perlu diketahui, saat ini sinyal Optus bersaudara mengalami penurunan yg sangat signifikan, bahkan di bbrp wilayah ada yg loss total dan di tempat lain hanya muncul 1-3 transponder saja. 20. Optus 10@164’E Freq: 12345/7200/V Channel: Data Beam: prediksi, lebih mirip dgn sat intelsat 19, sinyal lebih kuat dan lebih mudah di lock dari berbagai wilayah bengkulu, Lampung, Jawa, Bali, NTT, hingga Papua dan Sulawesi Untuk lebih jelas nya nanti kita bahas saat Satelit ini udah aktif menyiarkan beberapa stasiun tv 21. Intelsat 19 KU@166’E Freq: 12646/28050/H Channel: Arabica tv group Support: Rx Mpeg2 Beam: Untuk satelit ini beam nya lebih lebar dan tersebar di bebebrapa titik jika dibanding satelit optus, namun justru satelit ini rada susah untuk di lock di bbrp Wilayah bagian selatan garis khatulistiwa (Equator) terlebih lagi akan lebih sulit untuk di lock pada wilayah utara garis khatulistiwa. Beam tersebar di beberapa titik, mulai dari wilayah Thailand, Cristmas Island, Lampung, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kupang, Ambon, Maluku, Papua, Sulawesi Tenggara, Timor Leste, PNG, dan untuk wilayah Ruteng, Ende, Maumere, Balo, Melolo (pulau sumba) nampaknya sangat kesulitan untuk bisa lock satelit ini, krn memang tak tercover secara lgsg oleh beam, namun tetap ada harapan untuk lock walopun dgn sinyal yang agak minim jika menggunakan dish solid 6 feet serta lnb Prime Focus (maaf yang paling cocok di wilayah ini adalah Lnb Santech botol, Lnb SG900 dan SG920, sorry bukan bermaksud merendahkan merk lain ato bermaksud promosi, namun itu merupakan info secara acak yang kami dapatkan dr beberapa tracker yang ada di wilayah tsb. Dan akhirnya kami ucapkan selamat tracking, semoga kita bisa saling melengkapi, mengkoreksi dan saling membina serta berbagi dalam hal ini Kebenaran datang krn kita pernah melakukan kesalahan, serta kehebatan tracking datangnya dari pengalaman, Ingat tak ada master tak ada newbie melainkan kita sama” belajar menuju sesuatu yang lebih baik dalam hal tracking satelit.. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah Semoga bermanfaat bagi kita semua, dan jika ada yg keliru/salah dalam hal ini, mohon di koreski dan kami akan revisi langsung demi tercapainya data yg lebih valid.
Kendala Seputar SKYBOX A1 New

Kendala Seputar SKYBOX A1 New


Untuk yang masih ada kendala seputar A1
- COPAS COPAS COPAS -
CARA UPGRADE
- Download file SW nya lalu simpan di flashdisk
- colokin flashdisk di rx
- masuk menu
- alat
- pilih upgrade dengan usb
- pilih semua kode
- mulai
CARA BACKUP SIARAN(DB)/KEY/SW
- colokin flashdisk di rx
- masuk menu
- alat
- pilih Dumb by USB
- pilih semua kode
- mulai
CARA BACKUP SIARAN(DB)
- colokin flashdisk di rx
- masuk menu
- alat
- pilih Dumb by USB
- pilih pengguna DB
- mulai
CARA MASUKAN KEMBALI SIARAN (DB) DARI FLASHDISK
- colokin flashdisk di rx yang sudah ada file user_db
- masuk menu
- alat
- pilih upgrade dengan usb
- pilih user db
- mulai
CARA LOAD BISSKEY atau KEY POWERVU
- Sebelum masuk menu terlebih dahulu tekan 9878
- masuk menu
- pilih instalasi
- pilih key edit
- pilih biss / powervu
- tekan merah (import) di remot
atau
- masukin file softcam di flashdisk
- colokin flashdisk di rx
- tekan OK di remot
- tekan angka 0
- pilih biss / powervu
- tekan merah (import) di remot
CARA ISI BISSKEY
- tekan OK di remot
- tekan angka 0
- pilih biss
- tekan merah(ubah), hijau(tambah), kuning(hapus)
- isi SID = 1FFF atau sesuaikan channel
CARA ISI PowerVU
- tekan OK di remot
- tekan angka 0
- pilih PowerVu
- tekan merah(ubah), hijau(tambah), kuning(hapus)
CARA CONNECT WIFI
- masuk menu
- pilih instalasi
- pilih WIFI
- pilih cari
- masukin kode wifi
- tekan merah(connect)
CARA ISI TIKET FLY
- masuk menu
- pilih instalasi
- pilih CS Protocol
- Protocol Type pilih CCCam
- isi semuanya sesuai isi tiket Anda
- exit, pilh ya
- pilih Apply, OK
- pastikan di Status udah "Ready for Work"
Satelit Thaicom 5 78.5ยฐE C Band

Satelit Thaicom 5 78.5°E C Band

Sebelumnya kita berkenalan dulu dengan thaicom5. Thaicom 5 posisinya berada pada 78.5° Bujur Timur. Sama halnya dengan Palapa D, Thaicom5 juga punya frekuensi C band dan KU band. Dan pembahasan kita kali ini hanya C band karena di frekuensi ini yang banyak channel fta nya.
Thaicom 5 banyak terdapat channel-channel yang menarik khususnya channel-channel yang menayangkan laga-laga liga sepakbola eropa ataupun olahraga lainnya, sebut saja misalnya T Sport, Modernine TV, BEC Ch 3 BBTV Ch 7, CH 8, ATV Ch 5,Hang Meas TV, True 10, RS Sport La Liga dll… dll.


Hal ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri yang mampu memikat hati pemirsa tv Indonesia untuk berburu satelit ini guna bisa nonton pertandingan favorit. Dan menjadikan Thaicom5 sebagai sumber channel alternatif manakala siaran channel dalam negeri tidak mampu memenuhi hasrat mata pemirsa tv tanah air.

Beam                                                                    
Beam atau jangkauan satelit thaicom5 dapat di lihat di bawah ini.


Cara Tracking Satellite Thaicom 5 
Pada dasarnya dalam tracking (mencari posisi) satelit hal yang terpenting yang harus kita miliki adalah sabar dan teliti. Kesabaran dan ketelitian sangat penting. Karena jika tracking sambil emosi dan buru-buru bisa jadi hasilnya cuma capek dan kepanasan.
Berikut tips sederhana tracking satelit thaicom 5 

 Kenali posisi thaicom5. Thaicom 5 berada pada posisi 78,5°BT, sebagai perbandingan Palapa D diposisi 113°BT. Artinya kita perlu menggeser posisi parabola 34,5° ke barat dari posisi satelit palapa. Jika di konfersi ke centimeter, thaicom5 dari palapa D lebih kurang sekitar 13cm, 17cm atau 20cm tergantung dari besarnya diameter dish parabola yang digunakan.

 Sebagai pedoman Input frec 3600 H 26667 atau 3765 V 5900 di satelit thaicom5 pada receiver anda. Jika belum ada satelit thaicom5 buat dulu melalui pengaturan satelit atau jika tidak ingin repot input saja frec tersebut di posisi sat palapa.

 Perhatikan indikator kekuatan sinyal di frec yang baru diinput tadi, lalu perlahan geser parabola anda dari posisi semula satelit palapa ke arah barat sejauh 34,5° (13 s/d 20cm) hingga berada di posisi thaicom 78,5°. Geser secara perlahan. Perhatikan indikator sinyal di layar tv, Jika sinyal sudah muncul berarti anda telah B E R H A S I L !!! :-D  selamat. Lalu lakukan blind scan/oto scan di receiver anda.

 Alternatif lain bila parabola sudah digeser ke 78,5° BT (13 s/d 20 cm dari palapa) namun sinyal belum muncul, dari pengalaman pribadi saya kendurkan baut pengunci dish parabola di tiang parabola (biasanya baut 14″ sebanyak 4buah) lalu secara perlahan putar parabola kearah jam 11. Ini menandakan parabola anda belum berada pada posisi yang tepat segaris lurus dengan bujur timur-barat (garis katulistiwa).

Demikian Cara Tracking Satellite Thaicom 5 at 78,5°BT, Semoga Berhasil, Berikan komentar dikolom komentar di bawah postingan ini. terima kasih
Receiver Getmecom HD 5 Robocop

Receiver Getmecom HD 5 Robocop

Satelit Indonesia update harga receiver Getmecom HD 5 Robocop, receiver yang baru masuk pasaran receiver satelit di Indonesia. Receiver Getmecom HD 5 Robocop ini menyusul kehadiran Matrix Burger S2 yang katanya malah sudah tidak diproduksi lagi.
Matrix Burger S2 HD PVR Terbaru
Jika anda merupakan penggemar receiver produk getmecom maka ini merupakan kabar baik dan jelasnya anda harus merelakan pengeluaran bertambah diakhir bulan ini. Membaca beberapa penjabaran spesifikasi Getmecom HD 5 Robocop ini sepertinya harga Getmecom HD 5 Robocop tidak jauh dari harga getmecom hd009 new fta.
image by : Candra Hidayat Shop Tuban
Beberapa spesifikasi Getmecom HD 5 Robocop dan fitur yang diandalkan memang masih seputaran receiver harga rendah dan kemampuan populer di saat sekarang seperti, receiver bisa membuka acakan powervu dan sudah dibekali autoroll, bisa membuka acakan biss, bisa untuk terbang, bisa colok modem dan wifi dongle langsung yang support, di tambah casing besi.
Dari beberapa fitur dan spesifikasi Getmecom HD 5 Robocop tersebut, memang tidak bisa begitu berharap banyak untuk yang suka fitur fitur wah, namun untuk yang suka produk getmecom silahkan mulai sekarang siap siap untuk meminang Getmecom HD 5 Robocop tersebut. Jangan sampai nasibnya seperti Matrix Burger S2 HD yang sekarang malah naik harganya karena makin jarang dipasaran.

Getmecom pada tahun 2016 ini kembali meluncurkan produk terbaru yang diprediksi penjualannya akan melebihi penjualan Getmecom Z maupun Getmecom HD009 FTA (yang diburu oleh para penggemar tracking diseluruh tanah air)
Sambutlah produk baru Getmecom HD5 ROBOCOP hadir dengan beragam fitur seru seperti dibawah ini :

■fully compliant with DVB-S2 reception
■Standart HDTV /SDTV mpeg 2 & Mpeg-4 H 264 decoding
■support 5761/576 p /720 p /1080i/1080p
■conveniet AUTO search function
■intellingent graphical user interface design
■capacity for storing up to 2000 transpoders and 5000 channels
■support DVB-S/S2 digital Tv singnal modulated in QPSK/8PSK.
■input frequency range 950 MHZ -2150 MHZ
■support Diseq1.0/Diseqc1.1/diseqc1.2/diseqc1.3
■reception for SCOC/MCPC .c/ku band
■channel edit function including favorite ,move,delete
lock ,skip,rename
■variable aspect ration 4:3full.16:9wide & screen 4:3 letter box or Auto modes
■double USB 2.0 port OTA sofware upgrade
■support USB2 PVR, mp3,avi,dat,mkv,mp4,mpg,vob,wma,bmp,jpg photo playback
■ Dapat langsung dipakai pada berbagai jenis parabola seperti parabola solid/mesh atau mini parabola
■Untuk internet tersedia 2 pilihan yaitu langsung via wifi atau menggunakan modem 3G (colok langsung)
Recomended____
♡PBO group open semua
♡HD sport 24 lancar
♡Autoroll
♡dinyalakan 7 hari nonstop gak ada matinya
♡Body besi dan elegant
♡Power supply didalam box (tdk menggunakan adaptor)
♡Panel depan Rx ada tombol power, ch+, ch-
♡Remote gampang didapatkan
♡Power supply (PSU) mudah dicari
Cara Tracking Satelit Palapa dan Telkom C Band

Cara Tracking Satelit Palapa dan Telkom C Band

Cara Tracking Satelit Palapa dan Telkom C Band - Di Indonesia khususnya di daerah yang jauh dari sinyal UHF, TV parabola tentu menjadi pilihan untuk bisa menyaksikan acara TV lokal. Kebanyakan jenis antena parabola yang digunakan adalah dish jaring, karena harga yang relatif terjangkau dan mudah didapatkan, Untuk ukuran diameternya juga bervariasi, mulai dari 6 feet hingga 12 feet, dengan harga termurah sekitar 250 ribuan belum termasuk LNB (Low Noise Block). Selain itu LNB juga menjadi bahan utama sebagai penerima signal dari satelit yang sudah dipantulkan melalui antena parabola. Untuk itu berikut adalah perangkat yang dibutuhkan untuk bisa menyaksikan TV Parabola khususnya untuk lock satelit palapa dan telkom.

Cara Tracking Satelit Palapa dan Telkom

1. Televisi
2. Receiver digital (Decoder)
3. Satu set antena parabola lengkap.
4. LNB C band 2 buah (Twin LNB)
5. Kabel Coaxial + konektor.
Cara Tracking Satelit Palapa dan Telkom

Jika kelima perangkat tersebut sudah dipersiapkan selanjutnya adalah instalasinya, berikut skema gambarnya :
instalasi parabola
Untuk masalah perakitan parabola, saya kira tidak perlu dijelaskan karena cukup mudah. Jadi selanjutnya adalah setting di receiver, yaitu pilih pada pengaturan antena/ Instalasi. Kemudian pilih satelit palapa, pastikan settingan sebagai berikut:
  • Tipe LNB adalah = C band
  • Frekwensi LNB = 5150
  • 22K = Off /Mati
  • LNB power = hidup / ON
Sedangkan pada Disecq 1.0 diabaikan juga tidak masalah, karena menggunakan twin LNB yang sudah dilengkapi switch 22K. Selanjutnya adalah setting untuk satelit telkom caranya sama seperti diatas, hanya saja untuk 22K pilih yang ON/ Hidup. Jika sudah demikian, maka langkah selanjutnya adalah tracking satelit, caranya adalah:

Panduan lock satelit Palapa dan Telkom

  1. Cari channel yang termudah untuk di lock, seperti MNCTV, TV One, DMCTV, RTV atau yang lainnya lalu tekan info pada remote untuk melihat intensitas dan kualitas signal. 
  2. Selanjutnya arahkan antena parabola menghadap keatas, kemudian miringkan sedikit demi sedikit sambil melihat kualitas signal, jika belum ada penampakan sedikitpun coba miringkan ke utara atau selatan sedikit demi sedikit saja. Sebab pada bagian inilah pengalaman seseorang diuji untuk bisa mendapatkan sinyal satelit yang diinginkan. Jadi Usahakan bisa mendapatkan sinyal satelit palapa meski sedikit. 
  3. Jika sudah mendapatkan salah satu channel di satelit palapa, tinggal dimaksimalkan, dengan mengatur arah parabola di empat penjuru, selain itu kedalaman LNB juga perlu diatur dengan menaikkan atau menurunkan penyangga LNB.
  4. Pastikan channel RCTI kualitas sinyal minimal 40% jika menggunakan receiver murmer (jadul). Namun jika menggunakan jenis receiver terbaru saat ini, apalagi yang sudah HD. Biasanya pembacaan info signal kurang akurat, bahkan bisa lebih tinggi. Untuk itu usahakan tracking dengan receiver murmer mpeg2 saja.
  5. Jika satelit palapa sudah terlock, biasanya untuk telkom otomatis juga langsung terlock, dengan syarat  jarak antar LNB sudah tepat, arah LNB menghadap timur/barat. dan settingan di receiver sudah benar. 

Biasanya untuk jarak Lantar LNB pada bracket adalah sebagai berikut:
  • parabola 6 feet =kedua LNB dempet
  • Parabola 7 feet berjarak sekitar 1 cm
  • Parabola 8 feet berjarak 2 cm
  • Parabola 9 feet berjarak 3 cm dan seterusnya.
Jika semua channel sudah didapatkan tinggal dikencangkan bautnya saja. kemudian lakukan scan otomatis / blind scan untuk mendapatkan semua channel disatelit palapa dan telkom.

Nah itulah cara singkat untuk bisa mendapatkan sinyal di satelit palapa,  Info :
Cara Tracking Ninmedia di Satelit Chinasat 11

Cara Tracking Ninmedia di Satelit Chinasat 11

Cara Tracking Ninmedia di Satelit Chinasat 11

Frekuensi khusus channel hosting Ninmedia Indonesia memang masih satu sampai saat ini, meski menurut kabar akan ada banyak transponder yang diisi dengan 200 channel gratis. Akan tetapi pada sebuah transponder tersebut diisi oleh lebih dari 40 channel. Selain itu channel tersebut ditayangkan secara FTA. Artinya kita bisa nonton gratis menggunakan semua jenis receiver yang dijual di pasaran. Itulah sebabnya banyak orang yang ingin lock satelit chinasat 11 ini. Seperti yang kita tahu bersama bahwa ninmedia akan selamanya gratis, hal ini seperti yang disebutkan dalam laman resminya, www.ninmedia.tv, bahwa channel mungkin akan terus bertambah dan bisa saja berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Cara tracking satelit chinasat 11 Kuband

Perlu diketahui bahwa satelit chinasat 11 ini bisa juga dilock dengan menggunakan LNB ku band pada dish offset. Sehingga kita bisa juga memanfaat parabola bekas tv berbayar seperti Indovision, orange TV, Top TV dan sebagainya. Makanya jika ada bekas dish pay tv tersebut cobalah untuk dimanfaatkan untuk lock satelit chinasat 11 di 98,0. Sebelum tracking freesat ninmedia di satelit chinasat 11, maka perangkat yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut:
Cara Tracking Ninmedia di Satelit Chinasat 11

Perangkat yang dibutuhkan

  • Dish Offset
  • LNB Ku band jenis offset 
  • Bracket LNB ku band
  • Receiver digital parabola
  • Televisi
  • Kabel coaxial (kabel antena)
  • Konektor LNB

Peralatan yang digunakan

  • Tang
  • Kunci pas
  • Kunci Inggris
  • Obeng
  • Pisau/ cutter
  • Dan lain-lain sesuai kebutuhan.
Arah dish untuk tracking ninmedia bisa menghadap ke timur maupun kebarat. Jika menghadap kebarat tentu parabola agak miring, sementara kalau arah timur tentu dish akan sedikit tegak. Jadi sebaiknya arah dish pada satelit chinasat 11 adalah kebarat agar tidak ada genangan air kalau hujan.

Panduan lock chinasat 11

Panduan Lock Ninmedia Indonesia

1. Pertama pasang LNB pada bracket, kemudian pasang juga pada dish offset. Untuk masalah ini saya kira tidak perlu dijelaskan lebih dalam karena prosesnya cukup mudah.
2. Pasang kabel coaxial dan konektor, jika sudah terpasang satu set dengan kabel, hal ini tidak diperlukan lagi.
3. Pasang konektor ke LNB dan receiver, begitu juga kabel AV dari receiver ke TV.
4. Untuk konektornya hadapkan ke utara atau keselatan.
5. Selanjutnya adalah hidupkan TV dan receiver, Lalu buka daftar satelit dan buatlah satelit baru, kemudian beri nama chinasat 11, atau apa ajalah.
6. Lalu setting pengaturan satelitnya sebagai berikut :

setting antena chinasat 11
  • LNB pilih jenis Ku band.
  • Frekuensi LNB pilih Universal atau 9750 - 10600.
  • 22K, mode diseqc , tone brust transponder abaikan saja.
7. Setelah pengaturan antena disetting seperti diatas, selanjutnya adalah menambahkan transponder baru pada satelit tersebut. Isikan frekuensi terkuat ninmedia yaitu 12500, polaritas Vertikal dan simbol rate 43200.

transponder ninmedia
8. Pada transponder tersebut perhatikan signalnya, pastikan intensitas signal sudah muncul.
9. Langkah selanjutnya adalah proses tracking. Untuk yang satu ini butuh keahlian anda dalam mencari sinyal chinasat 11 ini. Caranya adalah sebagai berikut:
10. Arahkan dish offset menghadap ke barat.
11. Kemudian naikkan agak tegak kemudian turunkan sedikit demi sedikit sampai signal muncul
12. Jika signal belum muncul juga, cobalah untuk menggesernya sedikit ke utara/ selatan. Selanjutnya ulangi langkah sebelumnya.
13. Jika belum dapat juga coba miringkan juga dish ke kiri atau kekanan. 
14. Kalau belum bisa juga, berarti Anda harus belajar lebih giat lagi mengenai tracking parabola.
15. Setelah signal didapat langkah terakhir adalah scan transponder tersebut. maka akan didapati banyak channel lokal FTA dari Indonesia termasuk ANTV, Trans TV, Indosiar, SCTV, MNC, RCTI dan lain-lain.

Info : http://www.tvparabola.net/
Menggunakan LNB tunggal/single

Menggunakan LNB tunggal/single

Menggunakan LNB tunggal/single
Biasanya penggunaan 1 LNB baik Ku maupun C band adalah untuk 1 receiver, namun bisa saja digunakan untuk beberapa receiver dengan menghubungkannya secara seri atau paralel (tergantung ada tidaknya konektor Rf output  pada receiver induk), jika paralel tentunya menggunakan multiswitch atau spliter. Tetapi hal ini mungkin tidak dianjurkan sebab akan ada masalah pada penerimaan di receiver kedua atau ketiganya tentunya beberapa kanal yang mempunyai polaritas berbeda tidak dapat diterima di receiver kedua atau receiver ketiganya.
agar lebih jelas berikut contoh fisik LNB Cband single, perhatikan gambar  berikut :

LNBCband tunggal

Pemasangan LNB tunggal/single untuk banyak receiver


Dengan menggunakan LNB Combo :
Umpamanya anda akan memasang 4 buah Televisi masing -masing 1 buah di Ruang tamu, 3 buah yang lain di kamar tidur, dan anda tidak ingin mengalami masalah penerimaan karena disebabkan polaritas berbeda antara kanal  maka yang harus anda lakukan adalah memasang LNB Combo yaitu LNB yang digabung menjadi satu dengan output (Polaritas) ganda.

Cara kerja LNB Combo :
LNBCombo
LNB combo menyediakan polarity berbeda, multifungsi atau multireceiv dalam satu waktu, cara kerjanya adalah sebagai berikut :
sebut saja LNB ini dengan A1 dan A2 dalam satu wadah, A1 mempunyai 2 polaritas Horizontal dan Vertikal begitu pula A2. Ketika pada A1 menerima kanal dengan polaritas Vertical untuk receiver 1 maka pada A2 dapat menerima kanal dengan polarity Horizontal yang tidak akan terganggu oleh A1 (pada waktu yang bersaman)


LNB

Menggunakan Multiswitch :
Setelah mengetahui cara kerja LNB combo maka untuk melengkapi penggunaannya kita perlu sebuah alat lagi yaitu Mutiswicth atau splitter, merupakan alat pembagi/combiner atau frequency selector sehingga frekuensi dari LNB yang  berlainan dapat di keluaran menjadi beberapa polarity (Vertikal dan Horizontal) serta dapat dibagi menjadi beberapa output, misalnya mltiswitch 4in1 atau 3in1 atau 4in2 dan sebagainya. Penggunaan LNB Combo maupun Multiswitch tidak akan berarti tanpa mengetahui cara setting pada digital receivernya.

bentuk multiswitch :
multiswitch


Cara Pemasangan Parabola dengan banyak receiver / tv :
Perhatikan gambar berikut
cara pasang lnb combo
Sesuaikan panjang kabel yang dari LNB ke Switch atau dari switch ke Receiver yang disesuaikan dengan ruang dan jarak antar kamar/ruang rumah anda.
Dan setelah semua kabel terpasang dengan benar maka mulailah arahkan antena parabola anda ke satelit yang ingin dicari, jika sudah ketemu (misalnya satelit PalapaD) pastikan semua receiver sudah siap melakukan penerimaan pada saluran PalapaD. dan anda dan keluarga anda akan dapat menikmati semua chanel FTA yang ada di satelit PalapaD tanpa adanya gangguan polaritas antar receiver.